Tradisi Selametan Sawah sebagai Kearifan Lokal

 

Slametan Sawah

Wujud Syukur dan Harapan

Selametan Sawah, menjadi kebiasan para petani di daerah desa kauman lor yang sedang atau akan memulai mengarap sawahnya. Sebagain besar petani daerah kauman lor menanami sawahnya dengan tanaman padi. Pada setiap tahap pertumbuhan padi pemilik sawah melakukan ritual selametan sawah baik sebelum tanam, sedang masa tanam hingga masa panen. Setiap ritual selametan merupakan sebuah harapan kepada dewi sri agar diberikan berkah selama menanam padi. Walaupun masyarakat desa kauman lor pemeluk agama islam, namun kepercayaan lama ini masih melekat dan masih dilaksanakan oleh para petani, seperti pada masyarakat nusantara pada umumnya.

Keseimbangan Hidup

Masyarakat kauman lor seperti kebanyakan masyarakat jawa menjadikan selametan sawah sebagai salah satu bagian dari kehidupanya. Petani sebagai masyarakat desa, menjadikan selametan sawah memiliki makna, sealain sebagai bagian dari spiritual juga menjadi simbol hubungan sosial sesamanya. Menurut antropolog Andrew Beaty, orang orang yang terlibat dalam ritual selametan, memandang selametan sebagai bagian integral dari kehidupan mereka sebagai mahluk sosial dan dalam pemahaman diri mereka sendiri sebagai orang jawa mereka memandangnya sebagai ringkasan tradisi lokal ( Beaty, 2001:35-36). Di sisi lain selametan para petani ini sebagai wujud interkasi antara manusia dengan alam karena alam telah memberikan apa yang telah dibutuhkan oleh manusia melalui kekuasaan Sang Pencipta, Tuhan Yang Maha Esa.

Hubungan Tuhan, manusia dan alam telah menjadi tiga bagian yang saling melengkapi dalam upaya mewujudkan kesejahteraan umat manusia. Seperti yang telah dilakukanoleh para petani desa kauman lor diharapkan akan menjadi tradisi yang langgeng sebagai upaya untuk mencapai keseimbangan hidup. Di tengah kehidupan modern ini, kehidupan seakan hanya dipenuhi dengan simbol gemilang materi tanpa sedikitpun imateri yang menyertai. Keserakahan manusia yang hanya mengejar kebutuhan materi belaka berakibat pada hancurnya tatanan kehidupan manusia itu sendiri. Rusaknya sistem norma yang berlaku di masyarakat nusantara yang berakibat hancurnya lingkungan alam telah menjadi akibat kemurkaan Sang Penguasa Jagat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *